Langsung ke konten utama

DO’A KHUSUS BULAN RAMADHAN

DO’A KHUSUS BULAN RAMADHAN

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه.

Tentang doa di bulan Ramadhan yaitu doa :
اَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله. اَسْتَغْفِرُ الله, أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ (3x) اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ, تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ (3x)

Untuk menjelaskan tentang doa tersebut, yang pertama adalah :

Doa tersebut diatas adalah doa yang diambil dari gabungan beberapa
riwayat dari Nabi SAW. Telah datang riwayat – riwayat yang banyak agar kita memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan, termasuk di dalamnya adalah beristighfar, berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT. Masalah doa yang biasa dibaca di bulan Ramadhan, mari kita rinci satu persatu.

1. Mengucapkan : لا اله الا الله (Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan
selain Allah) adalah kalimat Thoyyibah.
Dalam hal ini telah datang riwayat yang sangat banyak dari Nabi SAW
tentang لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ .
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ adalah kalimat thoyyibah yang Nabi SAW menghimbau untuk selalu memperbanyak لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ, seperti disebutkan oleh Rasulullah SAW :
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( مَنْ كَانَ آخِرُ كَلامِهِ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ ) .رواه أبو داود )
“Barangsiapa di akhir hayatnya membaca laa ilaaha illallah maka ia
masuk surga.” (H.R. Abu Daud)

Juga himbauan Nabi SAW :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: جَدِّدُوا إِيْمَانَكُمْ . قِيْلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ! وَكَيْفَ نُجَدِّدُ إِيْمَانَنَا ؟ قَالَ : أَكْثِرُوا مِنْ قَوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ ) ( مسند أحمد ” (2/359))
Artinya :
Nabi SAW bersabda : “ Perbaharuilah iman kalian”. Sahabat menjawab : “ Yaa Rasulallah ! Bagaimana kami memperbaharui iman kami?” Rasulullah SAW menjawab : “Perbanyaklah engkau untuk membaca : ” لاَ إِلَهَ إِلا الله” َّ
Musnad Ahmad : 2 / 359)

Bahkan juga dikatakan :

عن جابر بن عبد الله رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : أَفْضَلُ الذِّكْرِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الحَمْدُ للهِ (رواه الترمذي)

Dari Jabir bin Abdillah r.a. berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW berkata : “ Sebaik – baik dzikir adalah : Kalimat : “Laa ilaa illallah” dan sebaik – baik do’a : “Alhamdulillah”. (H.R. At-Tirmidz)

2. Masalah Istighfar
Sangat banyak perintah dari Al-Qur’an dan Hadits Nabi agar kita memperbanyak istighfar.
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَآءَ عَلَيْكُمْ مَدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَ بَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12) (نوح : 10 – 12)
Artinya :
“ Maka aku katakan kepada mereka : ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak – anakmu, dan mengadakan untukmu kebun – kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai – sungai. Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah SWT”. (Q.S. Nuh : 10 – 12)

Dalam Al-Qur’an disebutkan :

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَاراً وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ (هود:52)
Artinya :
Dan (dia) berkata : “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambah kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”
(Q.S. Hud : 52)

Allah juga menolak bala bencana dengan istighfar :

وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (الأنفال : 33)
Artinya :
“ Dan Allah SWT sekali – kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan kamu berada diantara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun.” (Q.S. Al-Anfal : 33)

Dan Allah juga menurunkan rahmat :
قَالَ يَا قَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُوْنَ بِا لسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (النمل : 46)
Artinya :
“Dia berkata : ‘Hai kaumku, mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah SWT agar kamu mendapat rahmat.” (Q.S. Al-Naml : 46)

Ini adalah tentang keutamaan istighfar di dalam Al-Qur’an, yaitu : Disamping pengampunan Allah SWT, dengan istighfar kita akan mendapatkan curahan hujan, keturunan, rizqi, dijauhkan dari bencana dan diberi curahan rahmat dari Allah SWT

Adapun hadits Nabi tentang keutamaan istighfar.

Disebutkan dalam riwayat yang banyak tentang istighfar diantaranya :
1.
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلي الله عليه وسلم يقول: (( والله إني لاستغفر الله وأتوب إليه في اليوم أكثر من سبعين مرة))(57) ( رواه البخاري)
“ Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam satu hari lebih dari 70 kali.” (HR.Bukhari)

2.
2- وعن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ كُلَّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ (رواه النسائي في “السنن الكبرى” (6/114)
Artinya :
Dari Abu Hurairah r.a. : Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya aku memohon ampun kepada Allah Azza Wa Jalla dan bertaubat kepadanya setiap hari seratus kali.” (H.R. An-Nasa’i)

Nabi SAW tidak pernah meninggalkan suatu tempat kecuali beristighfar 70 kali .

3. Masalah Keutamaan Memohon Kepada Allah Agar Diberi Surga

Adapun masalah keutamaan memohon kepada Allah agar diberi surga telah
banyak riwayat yang datang dari Nabi SAW, diantaranya :

a. Hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidina Annas bin Malik, beliau berkata :

عن أنس بن مالك قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما سأل رجل مسلم الله عز وجل الجنة ثلاثاً إلا قالت الجنة: اللهم أدخله الجنة، ولا استجار من النار مستجير ثلاث مرات إلا قالت النار: اللهم أجره من النار

“Rasulullah SAW bersabda “Tidaklah seorang muslim meminta kepada Allah SWT surga 3 kali kecuali surga akan berkata” Ya Allah masukkan dia ke surga. Dan tidak meinta perlindungan kepada Allah dari api neraka kecuali api neraka mengatakan “Jauhkan mereka dariku Ya Allah” (H.R Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Nasai, Imam Ahmada, Imam Hakim.

b. Imam Bukhari juga meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda :
إذا سألتم اللَّه فاسألوه الفردوس (البخاري برقم 2790)
“Mintalah surga. ” (H.R. Bukhori)

Kita minta kepada Allah surga, dianjurkan oleh Allah SWT dan ini tidak ada terikat dengan waktu, kapan saja. Memang disana ada himbauan agar kita minta kepada Allah dijauhkan dari fitnah api neraka.

c. Imam Muslim juga meriwayatkan tentang doa saat kita membaca tasyahud :

إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ. (رواه مسلم)

“Jika salah satu dari kalian membaca tasyahud hendaknya memohon perlindungan kepada Allah SWT dari 4hal. Ya Alloh sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari sikas neraka jahannam, dari siksa kubur, fitnah dalam hidup dan setelah mati dan dari fitnahnya dajjal.”

Inilah sekelumit riwayat – riwayat tentang keutamaan mengucapkan kalimat
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ beristighfar, dan himbauna kepada kita agar memohon surga dan dijauhkan dari api neraka.

Himbauan doa Khusus di Bulan Ramadhan

Kalau seandainya tanpa riwayat – riwayat yang khusus. Sungguh dzikir dan doa tersebut di atas bukanlah sesuatu yang dilarang bahkan tetap dihimbau dan dianjurkan untuk kita mengucapkan kalimat syahadat, membaca لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ , memperbanyak istighfar, memohon kepada Allah SWT surga dan meminta perlindungan dari api neraka.

Adapun tentang kekhususan doa tersebut di bulan Romadhon. Yaitu hadits Nabi SAW yang berbunyi :

وَاسْتَكْثَرُوْا فِيْهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ خَصْلَتَيْنِ تَرْضَوْنَ بِهِمَا رَبَّكُمْ وَخَصْلَتَيْنِ لاَ غِنًى بِكُمْ عَنْهُمَا فَأَمَّا الْخَصْلَتَانِ اللَّتَانِ تُرْضُوْنَ بِهِمَا رَبَّكُمْ فَشَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَتَسْتَغْفِرُوْنَهُ وَأَمَّا اللَّتَانِ لاَ غِنًى بِكُمْ عَنْهَا فَتَسْأَلُوْنَ اللهَ الْجَنَّةَ وَتَعُوْذُوْنَ بِهِ مِنَ النَّارِ

“Perbanyaklah di bulan romadhon dengan 4 hal. Dua hal akan menjadi sebab keridhoan Alloh kepadamu.dua hla yang engkau sangat membutuhkanya.bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Alloh dan memohon ampun kepadaNya.engkau memohon surga dan agar di jauhkan dari neraka.”

Ini adalah hadits khusus, dan hadits tersebut memang sebagian Ulama mengatakan hadits itu dhoif. Akan tetapi kita harus tahu bahwasanya : “ Tidak semua hadits yang dikatakan Ulama itu dhoif lalu dikatakan oleh Ulama lain juga juga dhoif. ” Sebab dikalangan ulama ada perbedaan pendapat di dalam menilai sebuah hadits. Sangat mungkin sekali sebuah hadits dikatakan shohih oleh seorang pakar hadits, akan tetepi dikatakan dhoif atau lemah oleh yang lainnya. Itu sudah umum di dalam masalah pemahaman tentang kekuatan atau derajat keshohihan sebuah Hadits. Maka bagi yang mengatakan tidak shohih mereka tidak mengambil, bagi yang mengatakan hadits itu shohih atau hasan maka itu diambil. Dari sinilah diantara sebab adanya masalah khilafiyah yaitu yang bermula dari Perbedaan diantara Para Ulama di dalam menilai sebuah Hadits.

Dalam hadits tersebut di atas sebagian Ulama mengatakan hadits ini shohih. Kalaupun Anda mendengar dari ulama hadits yang lainnya mengatakan hadits itu adalah dhoif, jika Anda mempercayai itu Anda tetap bisa membaca doa tersebut dengan hadits yang lainnya yaitu berdasarkan hadits – hadits yang umum tadi.

Adapun bagi yang mengatakan hadits itu adalah benar derajatnya, bukan dhoif dan palsu yaitu seperti penilain sebagian para ulama hadits bahwa hadits tersebut adalah hadits hasan dan hasan shohih. Seperti Ibnu Huzaimah memasukkan Hadits dalam kitab Shohihnya biarpun di akhirnya mengatakan ini Shohhal Khobar. Kalimat In Shohhal khobar artinya jika berita ini benar itu adalah kalimat yang sangat wajar di ungkapkan oleh ulama hadits. Kalimat itu bukan untuk menghukumi kalau hadits itu adalah lemah.

Kemudian ulama yang mengatakan hadits ini dhoif adalah karena hadits ini diriwayatkan melalui seorang perawi yang bernama Ali Ibn Zaid Ibn Jud’an. Yang mengatakan riwayat Ali Ibn Zaid Ibn Jud’an adalah lemah mereka langsung melemahkan hadits tersebut. Harus diketahui bahwasanya kelemahan Ali Ibn Zaid Ibn Jud’an bagi yang mengatakan itu lemah bukan karena beliau seorang pendusta. Selagi kelemahan hadits bukan karena dusta maka dianggap tidak parah kelemahannya.

Adapun bagi yang mengatakan bahwasanya Ali Ibn Zaid Ibn Jud’an bukanlah orang yang dikatakan lemah. Seperti yang dikatakan oleh Al-Haitsami, kemudian juga Imam Al-Bazzar. Imam Bazzar mengatakan bahwa hadits ini adalah hasan. Kemudian juga Imam Al-Haitsami dalam Majma’ Zawaidnya mengatakan bahwasanya hadits ini juga hasan. Hadits yang melalui orang ini (Ali bin Zaid bin Jud’an) adalah hasan. Kemudian juga Imam At-Tirmidzi mengatakan orang ini adalah Shoduuq, bisa dipercaya dalam urusan hadits. Bahkan beliau menghukumi hadits yang perawinya melalui Ali Ibn Zaid Ibn Jud’an adalah hadits hasan. Ini adalah perbedaan diantara para Ulama Muhadditsin.

4. Do’a Menyambut Lailatul Qodar

Nabi SAW mengajarkan kepada Sayyidatina Siti Aisyah r.a. bacaan untuk menyambut malam Lailatul Qodar yaitu :

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ الله عَنْهَا قَالَتْ: قُلْتُ: “يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟”، قَالَ: “قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي”(أخرجه الترمذي))

Diriwayaytkan dari Sayyidatina Aisyah r.a.h. Beliau berkata : “ Wahai Rasulallah, jika aku melihat Lailatul Qodar apa kiranya yang aku baca di malam itu?” Nabi SAW menjawab : “ Bacalah : Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Pemurah, Dzat yang senang member pengampunan. Maka ampunilah aku Ya Allah ” . (H.R. At-Tirmidzi)

Ini adalah sekelumit doa doa yang dianjurkan atau dibaca di bulan Ramadhan dan disana masih ada doa – doa yang sangat banyak yang bisa dibaca di bulan Ra,amdhan. Intinya adalah mari kita perbanyak di bulan Ramadhan ini amal baik, dari dzikir, istighfar doa, sholat, membaca Al-Qur’an, sedekah dan lain-lainya sebagai bukti kerindua kita untuk menjadi orang yang Berjaya di bulan Ramadhan.

Semoga Allah memberikan kepada kita pemahaman yang benar, ilmu yang manfaat dan menjadikan kita hamba yang kembali kepada Allah SWT dengan pengampunan di bulan Ramadhan dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.


Wallahu a’lam bisshowab


Oleh : Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah)
www.buyayahya.org – www.buyayahya.net – www.albahjah.tv

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama Bayi Laki Laki Islami

Nаmа Bауі Lаkі Lаkі Iѕlаmі bеrіkut іnі аdаlаh kоmріlаѕі rаngkаіаn nаmа lеngkар уаng tеrdіrі аtаѕ 2-3 ѕuku kаtа bеrnuаnѕа іѕlаmі dаn rеlіgі уаng сосоk mеnјаdі іdе mеnаrіk dаn rеfеrеnѕі dаlаm mеmbеrіkаn nаmа уаng раѕ dаn іndаh untuk саlоn buаh hаtі аndа уаng аkаn ѕеgеrа hаdіr mеngіѕі rumаh tаnggа аndа. Nаh, lаngѕung ѕаја mаrі ѕіmаk bеrѕаmа kumрulаn rаngkаіаn Nаmа Bауі Lаkі Lаkі Iѕlаmі tеrbаіk bеrіkut іnі. Rаngkаіаn Nаmа Bауі Lаkі Lаkі Iѕlаmі Mоdеrn dаn Artіnуа Addаr Quthnі Pоldі = Sеоrаng іmаm реrаwі hаdіtѕ уаng ѕаngаt bеrаnі Addаr Quthnі = Sеоrаng іmаm реrаwі hаdіtѕ (Arаb) Pоldі = Orаng уаng ѕаngаt bеrаnі (Jеrmаn) Adеlаrd Jіbrіl = Mаlаіkаt Jіbrіl уаng gаgаh bеrаnі Adеlаrd : gаgаh bеrаnі (Jеrmаn) Jіbrіl : Mаlаіkаt Jіbrіl (Arаb) Adhаm Wаѕіm = Lаkі-lаkі уаng mеmрunуаі gаrіѕ kеturunаn ruраwаn Adhаm = Gаrіѕ kеturunаn; ѕіlѕіlаh kеturunаn; tаlі rаntаі Wаѕіm = Ruраwаn; tаmраn; іndаh Adіb Alіm Amіnullаh = Lаkі-lаkі уаng bеrіlmu dаn bеrаdаb ѕеrtа mеndараt kереrсауааn dаrі A...

ARTI SEBUAH HARAPAN

Alangkah banyaknya pekerjaan yang telah kita kerjakan dari pagi hingga petang dan kadang berlanjut hingga tengah malam, bahkan ada yang bersambung hingga pagi berikutnya. Akan tetapi, adakah itu semua telah dibarengi dengan sesuatu yang amat penting yang akan menjadikan semua aktivitas kita bermakna? Ia adalah niat, maksud dan tujuan. Ia adalah ruh dari semua amal perbuatan kita. Disitulah tempat pandang dan penilaian Allah SWT. Kemulyaan seseorang tergantung pada apa yang ada dikandung hatinya. Penarik becak, penjual bakso, seorang Ustadz, pejabat semua sama-sama jelek di hadapan Allah SWT, jika yang terkandung di dalam hatinya adalah rencana busuk, niat yang jelek dan tujuan yang tidak baik. Begitu juga sebaliknya mereka sama-sama mulia di hadapan Allah SWT, jika yang terkandung di dalam hatinya maksud yang mulia. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa : “ Karena niat yang terkandung di hatilah ada beberapa pekerjaan yang terlihat sebagai pekerjaan dunia, akan tetapi dinilai oleh ...

KENAPA SEMUA TERLIHAT JAHAT?

Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk berlapang dada. Jika kita harus marah pun, kita tidak boleh mendendam. Inilah obat kesejukan penghantar keindahan hidup dalam kebersamaan. Hati yang pendendam akan selalu tersiksa, selama ia masih hidup bersama dengan sesamanya, maka ia akan selalu menemukan kesalahan karena manusia adalah makhluk yang bisa bersalah. Sahabatku, diceritakan ada seorang yang mengeluhkan rasa sakit di setiap bagian tubuhnya apabila disentuh oleh jari telunjuknya, dan ia pun berusaha untuk mengobati rasa sakitnya, namun sakit itu pun tidak kunjung sembuh, sekujur tubuhnya masih saja terasa sakit jika disentuh oleh jari telunjuknya. Sungguh orang tersebut tidaklah akan pernah menemukan obat jika ternyata yang diperiksakan ke dokter adalah hanya bagian tubuh yang disentuh oleh jari telunjuknya saja. Sementara ia melupakan jari telunjuknya yang justru merupakan sumber dari sakit itu sendiri. Perumpamaan di atas adalah sebuah gambaran tentang sikap hati yang ...

77 Tanya Jawab Seputar Shalat - Ustadz Abdul Shomad

77 Tаnуа Jаwаb Sерutаr Shаlаt Dіѕuѕun Olеh: H. Abdul Sоmаd, Lс., MA. S1 Al-Azhаr, Mеѕіr. S2 Dаrul-Hаdіtѕ, Mаrоkо. Dоѕеn Unіvеrѕіtаѕ Iѕlаm Nеgеrі Sultаn Sуаrіf Kаѕіm Rіаu. Sеkарur Sіrіh. اتضمد لله والصلاة والسلا على رسوؿ الله -صلى الله عليو وسلم- وعلى آلو وصحبو ومن تبعو ومن والاه Sеоrаng lаkі-lаkі tuа dаtаng kераdа ѕауа, rаmbutnуа ѕudаh mеmutіh kаrеnа uѕіа, ѕеtеlаh bеrѕаlаmаn іа рun bеruсар, “Pаk Uѕtаdz, kеtіkа bаngkіt dаrі ruku’, ѕауа ѕеlаlu mеnguсарkаn ‘Sаmі’аllаhu lі mаn hаmіdаh’. Kаtа реnсеrаmаh dі kаmрung ѕауа, mа’mum уаng mеlаkukаn реrbuаtаn ѕереrtі іtu, mаkа ѕhаlаtnуа bаtаl. Bаgаіmаnаkаh ѕhаlаt ѕауа ѕеlаmа іnі?”. Dаlаm ѕеbuаh реngајіаn, tеrlіhаt ѕеоrаng јаmааh уаng mеlаkѕаnаkаn ѕhаlаt, kеtіkа Tаkbіrаtul- Ihrаm іа аngkаt kеduа tаngаnnуа ѕеtіnggі-tіnggіnуа, ѕеtіар kаlі tеgаk bаngun dаrі ѕuјud іа kеmbаlі mеngаngkаt kеduа tаngаnnуа. Sеоrаng muѕlіm уаng hіduр bеrnаfаѕ kаrеnа nіkmаt dаn kаrunіа Allаh, dеtаk јаntungnуа kаrеnа qudrаt dаn іrаdаt Allаh, tарі tіdаk реrnаh m...

3 Ciri Haji Mabrur Menurut Rasulullah SAW

Haji mabrur mеnurut bahasa аdаlаh haji уаng baik atau уаng diterima оlеh Allah SWT. Sеdаngkаn mеnurut istilah syar’i, haji mabrur іаlаh haji уаng dilaksanakan sesuai dеngаn petunjuk Allah dan Rasul-Nya, dеngаn memperhatikan berbagai syarat, rukun, dan wajib, serta menghindari hal-hal уаng dilarang (muharramat) dеngаn penuh konsentrasi dan penghayatan semata-mata аtаѕ dorongan iman dan mengharap ridha Allah SWT. Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW memberikan penjelasan terkait pahala atau balasan bagi jamaah haji уаng mendapatkan predikat mabrur. الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ Artinya, “Tidak ada balasan (yang pantas diberikan) bagi haji mabrur kесuаlі surga,” (HR Bukhari). Predikat mabrur mеmаng hak prerogatif Allah SWT untuk disematkan kepada hamba уаng dikehendaki-Nya. Tеtарі seseorang уаng dараt meraih haji mabrur pasti memiliki ciri-ciri tersendiri. Rasulullah SAW јugа pernah memberikan kisi-kisi tanda atau ciri-ciri bagi ѕеtіар or...

Nama Bayi Perempuan Islami

Nаmа Bауі Pеrеmрuаn Iѕlаmі bеrіkut іnі аdаlаh kоmріlаѕі rаngkаіаn nаmа lеngkар уаng tеrdіrі dаrі 2-3 ѕuku kаtа bеrnuаnѕа іѕlаmі уаng сосоk mеnјаdі іdе dаn rеfеrеnѕі untuk mеmbеrіkаn nаmа уаng іndаh untuk саlоn buаh hаtі аndа уаng аkаn ѕеgеrа hаdіr mеngіѕі kеhіduраn аndа. Nаh, lаngѕung ѕаја mаrі ѕіmаk bеrѕаmа kumрulаn rаngkаіаn nаmа bауі реrеmрuаn іѕlаmі tеrbаіk bеrіkut іnі. Anіq Cаhуа Dеwі = Wаnіtа уаng bеrѕіnаr, саntіk dаn mungіl Anіq = Cаntіk dаn mungіl (Arаb) Cаhуа Dеwі = Wаnіtа уаng bеrѕіnаr (Jаwа) Adіbа Shаkіlа Atmаrіnі = Pеrеmрuаn саntіk ruраwаn уаng bеrреngеtаhuаn dаn mеmіlіkі kеtајаmаn hіduр Adіbа = Bеrаdаb, bеrреngеtаhuаn Shаkіlа = Cаntіk ruраwаn Atmаrіnі = Kеtајаmаn hіduр Aіnuhа Surаіуа = Wаnіtа bеrmаtа tеrаng lаkѕаnа bіntаng Aіnuhа = Mаtаnуа Surаіуа = Bіntаng Aіѕhа Sуіfа Aаlіnаrrоhmаn = Aіѕhа ѕі оbаt реnеrаng kеduа оrаng tuаnуа dаn јugа реnуауаng Aіѕhа : Nаmа іѕtrі Nаbі Muhаmmаd Sуіfа : Obаt Aаlіnаrrоhmаn/Alіnа, Aаlіnа : 1) Tеrаng (Sаnѕеkеrtа) 2) Mulі...

Tentang Haji (Pengertian, Syarat, Rukun, Jenis, Tata Cara, Daftar Tunggu, dan Info Keberangkatan)

Pengertian Haji Secara Umum: Pengertian Haji аdаlаh mengunjungi Baitullah (Ka'bah) dі Mekah untuk melakukan amal ibadah tertentu dеngаn syarat-syarat tertentu pula. Ibadah Haji merupakan salah satu dаrі rukun Islam. уаknі pada rukun уаng kelima уаng wajib dikerjakan bagi ѕеtіар muslim, baik іtu laki-laki maupun perempuan уаng mampu dan telah memenuhi syarat. Orang уаng melakukan ibadah haji wajib memenuhi ketentuan-ketentuannya. Ketentuan haji ѕеlаіn pengertian haji diatas, јugа syarat haji, rukun haji, wajib haji, larangan haji, tata cara haji, serta sunnah-sunnah haji. Menunaikan ibadah haji diwajibkan аtаѕ ѕеtіар muslim уаng mampu mengerjakannya dan seumur hidup sekali. Bagi mеrеkа уаng mengerjakan haji lebih dаrі satu, hukumnya sunah. Allah SWT. berfirman dalam Surah Ali Imran Ayat 97 yaitu: Artinya: ....Dan (diantara) kewajiban manusia terhadap Allah аdаlаh melaksanakan ibadah haji kе Baitullah, уаіtu bagi orang-orang уаng mampu mengadakan perjalanan kе sana. Barang ѕі...

RABIUL AWAL BULAN RAHMAT BAGI SEMESTA ALAM

Allah SWT menjelaskan bahwa di dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang bercerita tentang nabi-nabi terdahulu. Inilah yang diajarkan oleh Allah agar kita senantiasa membaca dan mengambil hikmah di balik cerita Nabi-Nabi terdahulu. Memang cerita orang-orang besar sungguh sangat mempengaruhi jiwa seseorang yang membacanya khususnya kepada anak-anak. Jika cerita tersebut adalah cerita perjuangan maka hal itu akan mengilhami semangat perjuangan sehingga ia akan rindu untuk menjadi sosok pejuang. Jika cerita tersebut adalah tentang moral maka ia akan banyak mengetahui tentang moral dan bagaimana menjadi manusia berakhlak. Begitu juga sebaliknya jika cerita tersebut adalah dongeng atau kisah fiktif maka hanya akan membawa fantasi anak-anak pada imajinasi mustahil yang sangat merugikan anak-anak, karena yang ditokohkannya adalah seorang yang tidak ada dalam sejarah nyata orang-orang besar di dunia. Atau jika cerita yang dibaca adalah kebejatan dan kekotoran budi pakerti, maka akan mudah ia ...

MAKNA KETULUSAN

Sahabatku, saat kita berbuat baik kepada tetangga atau tamu yang datang ke rumah kita. Ada makna kebaikan yang harus dicermati untuk bisa disebut sebagai ketulusan. Ketulusan sendiri adalah hal yang amat lembut bersembunyi di lubuk hati dan bukan kata terucap dengan lidah. Orang yang tidak beriman pun bisa berbuat baik kepada tetangga dengan memberi pertolongan, penghormatan atau santunan materi. Artinya berbuat baik kepada sesama itu hal yang lazim dilakukan, baik bagi yang beriman atau yang tidak beriman. Namun yang harus senantiasa kita cermati adalah hal yang akan menjadikan kebaikan itu bermakna, yaitu ketulusan. Perbuatan baik yang semata-mata kita lakukan hanya mengharap balasan dari Allah SWT. Hati-hatilah ! Ternyata dalam ketulusan ada virus yang menghancurkan makna ketulusan, virus yang amat halus, sehalus ketulusan itu sendiri. Virus tersebut adalah riya’ atau maksud yang tersembunyi di balik sebuah kebaikan yang dilakukan selain karena Allah. Rasulullah SAW pernah meng...

Profil / Biografi BUYA YAHYA

PROFIL PESANTREN A.    Asal Usul Nama Pondok Pesantren Alasan dipilihnya Nama Al-Bahjah untuk  pesantren dan majelis yang diasuh oleh Buya Yahya lebih banyak meninjau dari sisi makna yaitu makna cahaya atau kemilau sinar dengan harapan semoga pesantren ini bisa benar-benar menjadi penerang bagi umat Nabi Muhammad SAW. B.    Letak Pondok Pesantren Pondok Pesantren Al-Bahjah terletak di Kelurahan Sendang No. 179 Blok. Gudang Air Kec. Sumber Kab. Cirebon Jawa Barat. C.     Sejarah Permulaan berdirinya pondok pesantren Al-Bahjah Mendirikan sebuah pesantrean adalah bukan tujuan utama dan pertama, akan tetapi tujuan pertama dan utama adalah bagaimana menyampaikan dakwah Rasulullah SAW. Diantara sarananya adalah dengan pesantren. Maka kehadiran Pesantren Al-Bahjah adalah sebagai bagian dari upaya menyampaikan dakwah Rasulullah SAW. Semula kedatangan Buya Yahya ke Cirebon pada awal tahun 2006 karena menjalankan tugas dari Universitas Al-Ahgaff unt...