Langsung ke konten utama

Profil / Biografi BUYA YAHYA

Profil / Biografi BUYA YAHYA

PROFIL PESANTREN

A.    Asal Usul Nama Pondok Pesantren
Alasan dipilihnya Nama Al-Bahjah untuk  pesantren dan majelis yang diasuh oleh Buya Yahya lebih banyak meninjau dari sisi makna yaitu makna cahaya atau kemilau sinar dengan harapan semoga pesantren ini bisa benar-benar menjadi penerang bagi umat Nabi Muhammad SAW.

B.    Letak Pondok Pesantren
Pondok Pesantren Al-Bahjah terletak di Kelurahan Sendang No. 179 Blok. Gudang Air Kec. Sumber Kab. Cirebon Jawa Barat.

C.     Sejarah Permulaan berdirinya pondok pesantren Al-Bahjah
Mendirikan sebuah pesantrean adalah bukan tujuan utama dan pertama, akan tetapi tujuan pertama dan utama adalah bagaimana menyampaikan dakwah Rasulullah SAW. Diantara sarananya adalah dengan pesantren. Maka kehadiran Pesantren Al-Bahjah adalah sebagai bagian dari upaya menyampaikan dakwah Rasulullah SAW.
Semula kedatangan Buya Yahya ke Cirebon pada awal tahun 2006 karena menjalankan tugas dari Universitas Al-Ahgaff untuk membuat sekolah persiapan Universitas Al-Ahgaff di Indonesia. Sesuai evaluasi masalah efektivitas sekolah persiapan, program tersebut hanya berjalan selama 1 tahun yang  akhirnya di kembalikan ke Yaman. Dan bersama itu pula Buya Yahya meminta izin kepada Al-Habib Abdullah Bin Muhammad Baharun untuk merintis dakwah di Cirebon dan atas do’a dan restu beliau dan guru-guru  Buya Yahya yang lainya usaha dalam berdakwah sungguh sangat di mudahkan oleh Allah SWT.

Dan pada tahun kedua keberadaan Buya Yahya di Kota Cirebon sudah bisa membuka beberapa majelis ta’lim di beberapa masjid besar di Kota Cirebon dan sekitarnya. Usaha berdakwah selalu di kembangkan hingga akhirnya datanglah permintaan dari beberapa kaum muslimin untuk menitipkan anak-anak mereka di tempat Buya Yahya yang semula tidak langsung diterima karena kondisi tempat tinggal beliau yang masih menempati satu rumah pinjamam di Cirebon. Baru setelah Buya Yahya memiliki satu tempat tinggal yang lain lagi yaitu rumah kontrakan yang berdekatan dengan tempat tinggal Buya Yahya yaitu di daerah Karang Jalak Cirebon, maka saat itu Buya Yahya mulai menerima beberapa santri. Memang tidak semua santri yang datang langsung di terima. Akan tetapi di samping melihat daya tampung tempat tinggal, penerimaan santri pun dilaksanakan dengan beristikhoroh. Hingga pada tahun berikutnya dirasakan bahwa tempat tinggal semakin padat dengan santri, karena saat itu sudah terhitung disatu rumah yang tidak terlalu besar di tempati 12 santri putra kemudian di rumah yang satunya lagi di tempati 10 santri putri.

Hikmah dari itu semua yang menjadikan Buya Yahya dan sahabat-sahabatnya baik yang di Cirebon atau yang di luar Cirebon untuk berusah mencari tempat yang lebih leluasa sebagai pusat resmi Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah termasuk di dalamnya adalah Pondok Pesantren Al-Bahjah. Dan akhirnya jatuhlah pilihan pada satu tempat yang disebut dengan Kelurahan Sendang Kec. Sumber Kab. Cirebon. Sebuah lokasi Pesantren ditengah sawah yang jauh dari pemukiman masyarakat.Tepatnya di bulan Juni 2008 di mulai pembangun pesantren. Setelah kurang lebih satu setengah tahun tepatnya 10 Januari 2010 Pesantren resmi di tempati santri putra dan putri yang pada hari itu juga diresmikan oleh Al-Habib Abdullah Bin Muhammad Baharun dari Yaman.

D.    Riwayat Pengasuh
Kedatangan Yahya Zainul Maarif (yang lebih akrab disapa Buya Yahya) ke Cirebon pada akhir tahun 2005 awal 2006 dalam rangka mejalankan tugas dari gurunya Rektor Universitas Al-Ahgaff Almurobbi Profesor Doktor Al Habib Abdullah bin Muhammad Baharun  untuk memimpin Pesantren Persiapan bagi mahasiswa sebelum kuliah ke universitas Al-Ahgaff di Yaman. Untuk menjalankan aktivitasnya, Buya Yahya mengontrak tempat di Ponpes Nuurussidiq, Tuparev-Cirebon. Itu berlangsung hingga pertengahan 2006. Dan saat itu Buya Yahya belum mendapatkan izin dari gurunya untuk berdakwah ke masyarakat.
–    Pada akhir 2006  Buya Yahya menghadap kepada gurunya di Yaman dan mulai saat itu ia telah diizinkan untuk berdakwah di masyarakat. Buya Yahya memulai berdakwah dari hal yang kecil, tidak memaksa dan apa adanya. Dengan penuh kesabaran Buya Yahya memasuki musholla-musholla kecil hingga akhirnya di mudahkan oleh Allah untuk membuka majlis- majlis taklim di Masjid terbesar di Cirebon Masjid At-Taqwa alun-alun setiap senin malam selasa yang semula hanya dihadiri 20 orang hingga saat ini jamaah  memenuhi ruangan dan halaman  masjid. Buya Yahya meyakini kemudahan ini diberikan oleh Allah karena berkat ridho dan restu para guru. Bersamaan itu juga Buya Yahya membuka puluhan majlis taklim bulanan di berbagai tempat di  Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan. Kabupaten Indramayu dan JABODETABEK. Diantaranya adalah majlis yang diadakan masjid Al-Imam alun-alun kota Majalengka, masjid Al-Istiqomah Cilimus Kuningan, masjid Pertamina Klayan, masjid Al-Mustaqim Weru. Dakwah Buya Yahya tidak terbatas pada masjid-masjid akan tetapi Buya Yahya juga berdakwah di beberapa swalayan dan toserba, seperti Yogya, Matahari Department Store Grage, Lembaga Pemasyarakatan Kesambi dll. Majelis yang Buya Yahya asuh diberi nama Majelis Al-Bahjah sekaligus nama pesantren yang saat ini  dirintisnya.
–    Tahap perkenalan  Buya Yahya dengan masyarakat disamping kesabaranya untuk bersilaturrahmi ke musholla-musholla dan masjid-masjid. Kebetulan Buya Yahya pada pertengahan 2006 selama satu tahun sempat berjuang di stasiun radio Islami Salma 101 FM yang saat itu Buya Yahya mendapatkan kepercayaan sebagai direktur operasional radio tersebut. Dan selama itu pula Buya Yahya mencoba menghadirkan dakwah lewat radio dengan membuat program pesantren udara dengan memadatkan acara radio dengan pengajian-pengajian.
–    Di media cetak Buya Yahya juga ikut berdakwah. Buya Yahya mengasuh rubrik tanya jawab di koran harian umum Kabar Cirebon. Dan sampai saat ini juga masih aktif mengasuh rubrik masail diniyah disebuah majalah Islami Al-Basyirah yang terbit di Jawa Timur.
–    Dimedia Televisi Buya Yahya juga pernah aktif  di acara Titian Qolbu TV one dan sampai saat ini Buya Yahya aktif di Cirebon TV dalam acara dialog interaktif setiap malam Jumat dalam acara Hidup Indah Bersama Buya Yahya.
–    Dan alhamdulillah saat inipun Buya Yahya dan tim dakwahnya (atas pertolongan Allah ) telah bisa menghadirkan Website media dakwah online di www.buyayahya.org  dan radio Islami Resmi milik pesantren yaitu RADIOQU 98.5 FM . Ini semua dilakukan dalam upaya membidik semua celah kehidupan manusia untuk bisa diisi dengan dakwah.

Perjalanan Ilmiah Buya Yahya

–    Sebelum ke Yaman Pendidikan dasar hingga SMP diselesaikan dikota kelahirannya. Disamping itu juga mengambil pendidikan agama di Madrasah Diniyah yang dipimpin oleh seorang guru yang soleh KH. Imron Mahbub di Blitar. Setelah itu melanjutkan pendidikannya di pesantren Darullughah Wadda’wah di Bangil Pasuruan Jatim dibawah asuhan Al Murobbi Al Habib Hasan Bin Ahmad Baharun, yaitu pada tahun 1988 hingga 1993. Pada tahun 1993 hingga 1996 mengajar dipesantren Darullughah Wadda’wah Bangil Pasuruan sebagai masa khidmah Buya Yahya ke pesantren tempat Buya Yahya pernah menimba ilmu.. Pada tahun 1996 berangkat ke Univ. Al-Ahgaff atas perintah sang guru Al-Murobbi Al-Habib Hasan Baharun hingga akhir 2005.
–    Buya Yahya selama 9 tahun di Yaman belajar fiqih diantaranya kepada para Mufti Hadramaut Syekh Fadhol Bafadhol, Syekh Muhammad Al Khotib, Syekh Muhammad Baudhon, dan Habib Ali Masyur Bin Hafidz.
–    Dari Habib Salim Asysyatiri Buya Yahya sempat mengambil beberapa disiplin ilmu diantaranya fiqih, aqidah, ulummul quran dan mustholah alhadits. Biarpun Buya Yahya tidak tinggal dipesantren (Rubath) Habib Salim Asysyathri Buya Yahya mendapatkan kesempatan yang sangat banyak untuk belajar dari beliau. Sebab dipagi hari Habib Salim mengajar di kampus dan sore hari hingga malam Buya Yahya mendapatkan waktu khusus selama hampir 2 tahun untuk belajar dari beliau 4 kali dalam seminggu mulai ashar hingga isya di Rubath Tarim.
–    Hadits dan ilmu haditsnya di ambil dari beberapa guru diantaranya adalah Dr Ismail Kadhim Al Aisawi dan Secara khusus Ilmu ushul fiqihnya diambil dari beberapa pakarnya diantaranya; Syekh Muhammad Al-Hafid Assyingqithi, Syekh Muhammad Amin Assyingqiti dan Syekh Abdullah Walad Aslam Assyingqiti (semuanya adalah dari Syingqiti–Mortania yang mereka adalah para ulama dalam Madhab Maliki) dan DR Mahmud Assulaimani dari Mesir.
–    Ilmu bahasa Arabnya di ambil dari Syekh Muhammad Alhafid Assyingqiti, dengan kitab terakhir yang di kaji adalah Thurah Uquduljuman dalam ilmu balaghoh, thurroh lamiyatul afal dalam ilmu shorof dan thurroh Alfiyah Ibnu Malik dalam ilmu nahwu yaitu Alfiyah Ibnu Malik dengan tambahannya menjadi 2800 nadhom. Ilmu fiqih perbandinganya diambil diantaranya dari Prof DR. Ahmad Ali Toha Arroyyan dari Mesir seorang Alim dari madhab maliki.
–    Buya Yahya sempat mengajar di Yaman selama 3 tahun di Fakultas Tarbiyah dan Dirosah Islamiah (khusus putri) Universitas Al-Ahgaff. Sekarang Buya Yahya aktif berdakwah di masyarakat dan mengasuh majelis Al-Bahjah dan pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Kabupaten Cirebon Jawa Barat.

Guru-guru  Buya Yahya.
–    Ada dua guru murobbi Buya Yahya yang sangat mempengaruhi didalam perjalanan ilmiyah Buya Yahya. Yang pertama adalah Almurobbi Almursyid Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun pengasuh dan pendiri Pon-pes Darullughoh Waddakwah Bangil-Pasuruan-Jawa Timur. Yang kedua adalah Almurobbi Almursyid Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun rektor universitas Al Ahgaff Republik Yaman. Buya Yahya mempunyai sanad ilmu dari guru-guru yang sangat jelas. Selain dari murobbi dan mursidnya tersebut guru Buya Yahya amat banyak , diantaranya adalah :

–    A-Dari indonesia.
–    1-Habib Husin bin Soleh Almuhdhor, Bondowoso
–    2-Habib Qosim Bin Ahmad Baharun, Bangil
–    3-Habib Ahmad bin Husin Assegaf, Bangil.
–    4-Ust Qoimuddin Abdullah, Bangil
–    5-Habib Soleh bin ahmad Alidrus, Malang
–    6-Habib Abdullah Maulahailah, Malang.
–    7-Habib Muhammad Alhaddad, Malang
–    8-Ust Nasihin, Bangil.
–    9- KH Imron Mahbub, Blitar.dll

–    B-Dari Luar Negri.
–    1- Habib Idrus bin Umar Alkaf, Tarim,Yaman
–    2- Syekh Fadhol Bafadhol, Tarim,Yaman
–    3- Syekh Muhammad Al Khotib, Tarim,Yaman
–    4- Syekh Muhammad Baudhon, Tarim, Yaman
–    5- Habib Ali Masyur bin Hafidz, Tarim,Yaman
–    6- DR. Ismail Kadhim Al-Aisawi, Iraq.
–    7- Habib Salim Asysyathri Tarim,Yaman
–    8- Syeh Muhammad Al-Hafid Assyingqithi, Mortania.
–    9- Syeh Muhammad Amin Assyingqiti, Mortania.
–    10- Syeh Abdullah Walad Aslam Assyingqiti, Mortania .
–    11- DR Mahmud Assulaimani, Mesir.
–    12- Prof DR. Ahmad Ali Toha Arroyyan Mesir.
–    13- Dll.

E.    Dasar Pendirian Pondok Pesantren
Adalah untuk bisa andil dalam menciptakan wadah pengkaderan penerus dakwah Rasul SAW.  Yang berasaskan aqidah ahlus sunnah wal jama’ah as’ariyah sufiyah.

F.    Peresmian Pondok Pesantren
Adapun acara peresmian Ponpes Al-Bahjah di adakan pada tanggal 10 Januari 2010 yang diresmikan oleh Al-Habib Abdullah Bin Muhammad Baharun yang sekaligus dibarengi dengan peresmian Masjid Pesantren Al-Bahjah dan Radio Dakwah Radio-Qu Fm yang di pancarkan dari lokasi pesantren.

G.    Awal Pembangunan Pondok Pesantren
Bangunan pertama adalah sebuah gubuk kecil dan aula besar dengan ukuran 15 x 25  M yang dijadikan ruang serba guna mulai dari majelis ta’lim mingguan dan tempat belajar anak-anak santri. Kemudian disusul bangunan masjid dengan ukuran 15 x 15 M dan 8 kamar asrama santri, rumah pengasuh dan 20 kamar mandi berikut studio Radio-Qu Fm.

Setelah Buya Yahya mendapat izin dari Al-Habib Abdullah Bin Muhammad Baharun untuk membangun pesantren ada pesan istimewa agar mudah dalam mendirikan pesantren  yaitu “ Agar tidak usah repot meminta-minta dana dari siapa pun, akan tetapi berangkat dari kesederhanaan dan seadanya”. Dan atas petunjuk Al-Habib Abdullah Bin Muhammad Baharun tersebut pembangunan pesantren sungguh sangat mudah tanpa ada kesusahan apapun. Berkat restu dan doa  para guru Buya Yahya Allah telah mengirim orang-orang yang membangun tersebut hingga pesantren bisa di tempati  Buya Yahya pun tidak pernah merasakan susahnya mengurus tukang dan bangunan. Dan para santri  juga tidak dipungut biaya  sama sekali dengan pelayanan pendidikan, tempat tinggal dan makan 3 kali.

H.    Perkembangan dari tahun ke tahun
Karena pesantren baru diresmikan pada 10 Januari 2010 maka evaluasi sementara menunjukan bahwa majelis ta’lim semakin besar, santrinya pun semakin banyak.

I.    Staf Pengajar
Adapun untuk Staf pengajar  adalah para alumni  dari lembaga pendidikan di dalam dan luar negeri  seperti  Pondok Pesantren Darullughoh Wa Dakwah Bangil, Alumni Syekh Ismail Makkah dan Univ. Al-Ahgaff  Yaman Dll.

J.    Asal Usul Santri
Santri yang berada di pondok pesantren Al-Bahjah datang dari berbagia daerah yaitu  dari Kota Cirebon, Kuningan, Indramayu, Pontianak, Bangka Belitung,Tegal, Madura dan Pasuruan.  Jumlah santri Ponpes Al-Bahjah sekitar  80 santri  putra dan putri.

K.    Sistem Pendidikan
Sistem pendidikan yang diterapkan adalah sistem pendidikan salaf. Artinya para santri lebih banyak di kenalkan pada ilmu-ilmu agama.

L.    Visi Dan Misi
Mendahulukan ahklak dan mengembangkan dakwah Rasul SAW yang ini semua adalah sekaligus pesan  Al-Habib Hasan Bin Ahmad Baharun semasa beliau hidup.

M.    Ekstrakulikuler
Ekstrakulikuler lebih diarahkan kepada praktek berdakwah baik di Radio, Sekolah-sekolah, kantor-kantor dan majelis ta’lim.


Kontak Kami

Lembaga Pengembangan Da'wah Al-Bahjah

Alamat :
Jl. Pangeran Cakrabuana No. 179 Blok. Gudang Air Kel. Sendang Kec. Sumber - Cirebon 45611 Jawa Barat - Indonesia

Contact Person :
082315006569, 081324415282, 082321921313

Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 Ciri Haji Mabrur Menurut Rasulullah SAW

Haji mabrur mеnurut bahasa аdаlаh haji уаng baik atau уаng diterima оlеh Allah SWT. Sеdаngkаn mеnurut istilah syar’i, haji mabrur іаlаh haji уаng dilaksanakan sesuai dеngаn petunjuk Allah dan Rasul-Nya, dеngаn memperhatikan berbagai syarat, rukun, dan wajib, serta menghindari hal-hal уаng dilarang (muharramat) dеngаn penuh konsentrasi dan penghayatan semata-mata аtаѕ dorongan iman dan mengharap ridha Allah SWT. Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW memberikan penjelasan terkait pahala atau balasan bagi jamaah haji уаng mendapatkan predikat mabrur. الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ Artinya, “Tidak ada balasan (yang pantas diberikan) bagi haji mabrur kесuаlі surga,” (HR Bukhari). Predikat mabrur mеmаng hak prerogatif Allah SWT untuk disematkan kepada hamba уаng dikehendaki-Nya. Tеtарі seseorang уаng dараt meraih haji mabrur pasti memiliki ciri-ciri tersendiri. Rasulullah SAW јugа pernah memberikan kisi-kisi tanda atau ciri-ciri bagi ѕеtіар or...

TIPS MEMILIH CALON PEMIMPIN

Wahai saudaraku, Anda di ambang pemilihan calon pemimpin. Tidak ada yang menyelamatkan Anda dari fitnah kecuali jika Anda menjalani proses pemilihan ini dengan penuh kerinduan kepada Allah SWT dan merasakan sebuah tanggung jawab besar dihadapan Allah SWT. Jangan memilih siapapun kecuali terbetik di hati Anda makna kejayaan Islam dan umat Islam di bawah pengayoman pemimpin yang Anda pilih, sekaligus sadari bahwa peran hati sangatlah menentukan pilihan Anda. Hati inilah yang akan menumbuhkan amanat dan tanggung jawab di hadapan Allah SWT. Amanah yang ada di pundak Anda adalah amat besar. Sekali Anda memilih seorang calon sementara Anda sadar secara lahir ada tanda-tanda ketidakbaikan padanya dan Anda pun tetap memilihnya. Apalagi jika pilihan Anda berangkat dari kepentingan Anda pribadi atau imbalan materi. Jika ternyata pemimpin itu adalah benar-benar pemimpin yang culas, korup dan berkhianat kepada Allah SWT dan agama Allah SWT, maka Anda adalah salah satu orang yang mempunyai s...

SEBUAH KESIA-SIAAN

Kadang seorang menjadi sombong bukan dengan harta dan pangkat, akan tetapi sombong dengan amal baik dan akhirat. Sedikit memahami ilmu hadits, berikut riwayat dan syarahnya merasa dirinya lebih hebat dari orang lain. Sehingga dengan mudahnya seseorang menyalahkan orang lain dan berkata “Mereka itu orang-orang bodoh tidak mengerti hadits seperti aku “. Yang faham tentang fiqih, dengan lancangnya mengomentari orang lain dengan nada merendahkan, “Kasihan mereka itu orang bodoh dan tidak mengerti fiqih seperti aku”. Sedikit menghafal al Qur’an, lalu dengan mudahnya meremehkan orang lain dan berkata “Mereka orang-orang bodoh yang tidak hafal al Qur’an seperti aku”. Terjun di dunia da’wah mulai banyak pengikut dan pengagumnya lalu mereka merasa bahwa ia telah melakukan suatu tugas besar, kemudian mulai menghinakan dan merendahkan yang lainnya dan berkata “Kasihan mereka itu pada tidak bergerak di dalam da’wah seperti aku” atau “cara berdakwah mereka tidak sehebat caraku”. Yang sudah bis...

Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW

Isra Mi'raj adalah bagian kedua dari perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad S.A.W dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah Nabi Muhammad S.A.W mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam. A. Pengertian Isra’ Mi’raj 1. Bahasa Isra’ berarti perjalanan disebagian malam hari dalam tempo singkat. Dalam Isra, Nabi SAW., "diperjalankan" oleh Allah SWT dari Masjidil Haram di Makkah hingga Masjidil Aqsha di Palestina. Mi’raj adalah tangga alat naik.Dalam Mi'raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit menggunakan kendaraan Buraq sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi.Tujuan perjalanan tersebut untuk memperlihatkan sebagian dari tanda kekuasaaan dan kebesaran Allah SWT, di bumi dan di langit dan menerima perintah sebagai puncak peribadatan yakni shalat. 2. Istilah Isra Mi’raj adalah peristiwa diperjalankannya Rasulullah Saw. dari Masjidil ...

Nama Bayi Laki Laki Islami

Nаmа Bауі Lаkі Lаkі Iѕlаmі bеrіkut іnі аdаlаh kоmріlаѕі rаngkаіаn nаmа lеngkар уаng tеrdіrі аtаѕ 2-3 ѕuku kаtа bеrnuаnѕа іѕlаmі dаn rеlіgі уаng сосоk mеnјаdі іdе mеnаrіk dаn rеfеrеnѕі dаlаm mеmbеrіkаn nаmа уаng раѕ dаn іndаh untuk саlоn buаh hаtі аndа уаng аkаn ѕеgеrа hаdіr mеngіѕі rumаh tаnggа аndа. Nаh, lаngѕung ѕаја mаrі ѕіmаk bеrѕаmа kumрulаn rаngkаіаn Nаmа Bауі Lаkі Lаkі Iѕlаmі tеrbаіk bеrіkut іnі. Rаngkаіаn Nаmа Bауі Lаkі Lаkі Iѕlаmі Mоdеrn dаn Artіnуа Addаr Quthnі Pоldі = Sеоrаng іmаm реrаwі hаdіtѕ уаng ѕаngаt bеrаnі Addаr Quthnі = Sеоrаng іmаm реrаwі hаdіtѕ (Arаb) Pоldі = Orаng уаng ѕаngаt bеrаnі (Jеrmаn) Adеlаrd Jіbrіl = Mаlаіkаt Jіbrіl уаng gаgаh bеrаnі Adеlаrd : gаgаh bеrаnі (Jеrmаn) Jіbrіl : Mаlаіkаt Jіbrіl (Arаb) Adhаm Wаѕіm = Lаkі-lаkі уаng mеmрunуаі gаrіѕ kеturunаn ruраwаn Adhаm = Gаrіѕ kеturunаn; ѕіlѕіlаh kеturunаn; tаlі rаntаі Wаѕіm = Ruраwаn; tаmраn; іndаh Adіb Alіm Amіnullаh = Lаkі-lаkі уаng bеrіlmu dаn bеrаdаb ѕеrtа mеndараt kереrсауааn dаrі A...

Nama Bayi Perempuan Islami

Nаmа Bауі Pеrеmрuаn Iѕlаmі bеrіkut іnі аdаlаh kоmріlаѕі rаngkаіаn nаmа lеngkар уаng tеrdіrі dаrі 2-3 ѕuku kаtа bеrnuаnѕа іѕlаmі уаng сосоk mеnјаdі іdе dаn rеfеrеnѕі untuk mеmbеrіkаn nаmа уаng іndаh untuk саlоn buаh hаtі аndа уаng аkаn ѕеgеrа hаdіr mеngіѕі kеhіduраn аndа. Nаh, lаngѕung ѕаја mаrі ѕіmаk bеrѕаmа kumрulаn rаngkаіаn nаmа bауі реrеmрuаn іѕlаmі tеrbаіk bеrіkut іnі. Anіq Cаhуа Dеwі = Wаnіtа уаng bеrѕіnаr, саntіk dаn mungіl Anіq = Cаntіk dаn mungіl (Arаb) Cаhуа Dеwі = Wаnіtа уаng bеrѕіnаr (Jаwа) Adіbа Shаkіlа Atmаrіnі = Pеrеmрuаn саntіk ruраwаn уаng bеrреngеtаhuаn dаn mеmіlіkі kеtајаmаn hіduр Adіbа = Bеrаdаb, bеrреngеtаhuаn Shаkіlа = Cаntіk ruраwаn Atmаrіnі = Kеtајаmаn hіduр Aіnuhа Surаіуа = Wаnіtа bеrmаtа tеrаng lаkѕаnа bіntаng Aіnuhа = Mаtаnуа Surаіуа = Bіntаng Aіѕhа Sуіfа Aаlіnаrrоhmаn = Aіѕhа ѕі оbаt реnеrаng kеduа оrаng tuаnуа dаn јugа реnуауаng Aіѕhа : Nаmа іѕtrі Nаbі Muhаmmаd Sуіfа : Obаt Aаlіnаrrоhmаn/Alіnа, Aаlіnа : 1) Tеrаng (Sаnѕеkеrtа) 2) Mulі...

PERMOHONAN YANG BERMAKNA

Saat kita melakukan kesalahan kepada orang tua kita, yang semestiya harus kita lakukan jika kita hendak mengajukan permintaan adalah memohon ma’af. Bisa jadi permintaan kita akan menambah amarah orang tua kita jika kita ajukan permohonan sebelum kita memohon ma’af. Itu adalah yang terjadi antara anak yang seorang hamba dan bapak yang juga seorang hamba. Bagaimana jika ternyata jalinan itu adalah antara kita dengan Allah SWT ? Pantaskah kita mengajukan permohonan kepada Allah SWT sementara dengan dosa yang kita lakukan pun kita belum memohon ampun. Kalau pun meminta ampun akan tetapi tidak dibarengi dengan keseriusan dalam memohon ampun. Sudahkah kita sadari nikmat yang dikaruniakan oleh Allah SWT dari mata, telinga, tangan dan jabatan dan lain-lainnya yang semestinya kita gunakan untuk mencari ridho Allah SWT namun akhirnya kita gunakan untuk melanggar-Nya? Layakkah kita saat itu untuk mengajukan permohonan lagi sementara nikmat yang ada saja kita tidak bisa mensyukurinya? Sungguh...

MEMBANGUN DENGAN CINTA

Diceritakan bahwa pada suatu ketika Al-Imam Muhammad Al-Baqir mendengar berita tentang perzinaan. Seketika itu juga wajah beliau berubah menjadi pucat dan bibir bergetar yang disertai titikan air mata. Lalu perlahan beliau berkata : “Mereka adalah umat Nabi Muhammad SAW”. Padahal beliau tidaklah mengenal orang yang telah berzina itu akan tetapi yang beliau sadari adalah bahwa yang terjatuh dalam zina tersebut adalah umat Nabi Muhammad SAW. Maka beliau pun menyesal dan menangisi hal itu. Apa yang telah dilakukan oleh Al-Imam Muhammad Al-Baqir adalah penerapan dari makna hadits Nabi SAW “Tidak sempurna iman seseorang dari kalian sehingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai untuk diri kalian sendiri”. Jika kita melihat kesalahan terjadi pada saudara kita hendaklah kita melihat mereka dengan mata kasih dan disertai dengan do’a-do’a demi kebaikanya. Sebab jika bukan karena perlindungan Allah pada kita maka kesalahan itu pun bisa saja terjadi pada diri kita. Akan tetapi yang s...

MENUJU KEMULIAAN HIDUP

(Oase Iman Buya Yahya)www.buyayahya.org – www.albahjah.tv – www.radioqu.com Kunci kemuliaan hidup yang pernah diberikan Lukman Hakim kepada putranya adalah “Lupakan selalu dua hal dan ingat selalu dua hal. Dua hal yang harus engkau lupakan adalah di saat engkau berbuat baik kepada seseorang maka berusahalah untuk melupakannya dan disaat ada orang yang berbuat salah kepadamu maka berusahalah untuk melupakannya.” Ini adalah kunci keindahan hidup dalam kebersamaan, baik disaat kita berbuat baik kepada orang lain atau diperlakukan baik oleh orang lain. Baik disaat kita berbuat salah kepada orang lain atau disaat ada orang lain berbuat salah kepada kita. Agar kita bisa menuai keikhlasan dalam beramal, tabah dan lapang dada dalam berinteraksi dengan sesama hamba Allah. “Melupakan dua hal” kalimat sederhana, akan tetapi merupakan kalimat hikmah yang penuh makna. Sungguh siapapun yang selalu mengingat apa yang pernah ia berikan, maka susah baginya untuk berbuat kebaikan lagi. Akan tetapi disa...

MENGGAPAI HIDAYAH DENGAN KEINSYAFAN

Imаm muѕlіm mеngаbаdіkаn ѕеbuаh kіѕаh уаng dі ѕаmраіkаn оlеh Rаѕulullаh SAW. Kіѕаh ѕеbuаh kеtuluѕаn kunсі mеndараtkаn hіdауаh dаn kеmulіааn. Dіѕеbutkаn bаhwа Rаѕululullаh SAW bеrсеrіtа tеntаng ѕеоrаng Kіаі уаng ѕаngаt gеmаr bеrіbаdаh. Iа ѕеngаја mеmіlіh tеmраt уаng јаuh dаrі kеbіѕіngаn kоtа, dі аtаѕ gununglаh уаng јаdі ріlіhаnnуа. Cukuр lаmа іа bеrаdа dі tеmраt tеrѕеbut hаrі-hаrіnуа аdаlаh hаnуа untuk bеrѕuјud dаn bеrdzіkіr kераdа Allаh. Dіtеmраt уаng bеrbеdа, уаіtu dіtеngаh kеbіѕіngаn mаnuѕіа mеnсаrі dunіа hіduрlаh ѕеоrаng реmudа уаng bеrgеlіmаng dаlаm dоѕа dаn kеnіѕtааn. Iа аdаlаh рrеmаn раѕаr уаng dаlаm kеѕеhаrі-hаrіаnуа аdаlаh mеnіmbun dоѕа. Pаdа ѕuаtu kеtіkа ѕаng Kіаі уаng dі аtаѕ gunung tеrѕеbut kеhаbіѕаn bеkаl mаkаnаn, mаkа іарun hаruѕ ѕеgеrа turun kеtеngаh раѕаr untuk mеmbеlі bеkаl mаkаnаn ѕесukuрnуа. Dаlаm wаktu уаng bеrѕаmааn, рrеmаn раѕаr уаng tеrkеnаl dеngаn kејаhаtаnуа tеrѕеbut tіbа-tіbа tеrgеrаk hаtіnуа untuk bеrtеmu dеngаn Kіаі уаng tіnggаl dі аtаѕ gunung. Iа уа...